<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Rakyat</title>
	<atom:link href="http://ceritaanak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritaanak.wordpress.com</link>
	<description>Menampilkan cerita-cerita buat anak</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jul 2007 05:27:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ceritaanak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Rakyat</title>
		<link>http://ceritaanak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ceritaanak.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Rakyat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ceritaanak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jian Anjing Dan Raku Kura-Kura</title>
		<link>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/jian-anjing-dan-raku-kura-kura/</link>
		<comments>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/jian-anjing-dan-raku-kura-kura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 05:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotmaida23</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/jian-anjing-dan-raku-kura-kura/</guid>
		<description><![CDATA[  Whuuuz… whuuuzz… Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. &#8220;Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti.&#8221; &#8220;Kok mendadak begini?&#8221; tanya Bu Mia heran. &#8220;Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=9&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/juan-anjing.jpg" title="juan-anjing.jpg"><img src="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/juan-anjing.thumbnail.jpg?w=540" alt="juan-anjing.jpg" /></a> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Whuuuz… whuuuzz… </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Kok mendadak begini?&#8221; tanya Bu Mia heran. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki Kelinci menempelkan undangan di pohon.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Oh, dua pelari cepat itu? Pantas ribut ekali,&#8221; omel Bu Mia Kucing. &#8220;Kalau bukan mereka berdua, siapa lagi yang bisa disuruh?&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Benar juga,&#8221; sahut Bu Mia. &#8220;Walaupun Raku Kura-kura itu berkaki pendek, namun larinya &#8230; wow, luar biasa!&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Malamnya, semua hewan di hutan berkumpul di halaman istana. Pakaian dan perhiasan mereka serba gemerlap. Dan tentu saja mereka tak lupa membawa hadiah untuk Raja Siga Singa. Hadiah-hadiah itu diletakkan teratur di atas meja di dekat pagar istana. Hanya Jian Anjing yang tidak menumpuk hadiahnya bersama yang lain. Diletakkannya hadiah mangkuk kristal bening itu di bawah meja. Ia takut mangkuk itu pecah jika tertindih hadiah-hadiah lain. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Sementara itu &#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Hosh! Hosh! Sepertinya pesta sudah mulai. Ukh, untung Raja belum muncul,&#8221; gumam Raku Kura-kura terengah-engah. Ia datang sedikit terlambat. Walau larinya cepat, tapi rumahnya paling jauh dari istana. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Ketika hendak bergabung dengan tamu-tamu lainnya, Raku Kura-kura ragu-ragu sejenak. Kemudian secepat kilat ia bersembunyi di bawah meja tempat tumpukan hadiah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Gawat!&#8221; desisnya.&#8221; Semuanya berpenampilan mewah. Bisa-bisa aku jadi tamu berpenampilan terburuk,&#8221; Raku Kura-kura cemas memandangi tubuhnya yang polos tanpa hiasan sedikitpun. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Raku Kura-kura sudah biasa menjadi pusat perhatian karena larinya yang sangat cepat. Apalagi setelah ia berhasil mengalahkan Kiki Kelinci dalam suatu pertandingan lari. Namun, tak mungkin kan ia harus berlari ke sana ke mari untuk menarik perhatian. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Ah! Tiba-tiba matanya melihat sebuah mangkuk kristal indah di sampingnya. Milik siapa ini? pikir Raku Kura-kura. &#8220;Ah, aku tahu!&#8221; serunya ketika mendapat ide. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Gluduk gluduk! Dengan hati-hati ia menggelindingkan mangkuk itu ke balik semak-semak. Dibalurinya dengan getah dan daun sampai warnanya berubah kehijauan. Lebih bagus daripada warna bening tadi. Mangkuk itu lalu diikatnya ke punggungnya dengan akar-akar pohon. Berat, tapi tak jadi soal. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Penuh percaya diri Raku Kura-kura masuk ke halaman istana. Semua mata langsung tertuju padanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Wah, Raku Kura-kura! Indah sekali benda yang ada di punggungmu! Hijau kemilau seperti zamrud!&#8221; decak para tamu kagum. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Raku Kura-kura mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Ia puas diperhatikan seperti itu. Namun Jian Anjing menatapnya curiga. Ia yakin benda di punggung Raku Kura-kura adalah mangkuk kristal miliknya. Jian Anjing segera memeriksa kolong meja tempat hadiah. Benar! Mangkuk kristalnya menghilang! Ia langsung berteriak, &#8220;Raku Kura-kura, pencuri! Kembalikan mangkuk kristalku!&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Tamu-tamu pesta kaget dan bingung. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Cepat lepaskan mangkuk itu dari punggungmu!&#8221; Jian Anjing berusaha menarik lepas mangkuk itu. Tapi akar pohon yang melilit terlalu kuat. Keduanya sama-sama terpental. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Tiba-tiba terdengar suara menggelegar, </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Siapa yang berani membuat keonaran di hari ulang tahunku?!&#8221; Siga si Raja Hutan muncul. Ia duduk di singasananya sambil melotot ke arah Raku Kura-kura dan Jian Anjing. Semua terdiam menahan napas. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Maaf, Baginda,&#8221; sembah Jian Anjing hormat. &#8220;Tapi mangkuk yang akan hamba hadiahkan untuk Baginda telah dicuri Kura-kura ini.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Tidak, Baginda!&#8221; bantah Raku Kura-kura tegas. &#8220;Mangkuk ini hamba temukan di kolong meja itu. Hamba cuma bermaksud meminjamnya sebentar.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Tapi kau mengambilnya tanpa seijinku. Itu mencuri namanya!&#8221; Keduanya terus berbantahan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;DIAM!&#8221; bentak si Raja Hutan. Ia menyuruh Raku Kura-kura segera mengembalikan mangkuk itu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Tapi akar-akar yang melilit di tubuh hamba terlalu kuat. Sepertinya &#8230; mangkuk ini tidak bisa dilepas,&#8221; elak Raku Kura-kura. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Raku Kura-kura, aku tahu kau menyukai mangkuk itu,&#8221; kata Siga Raja Hutan. &#8220;Jian Anjing sebenarnya hendak memberikan mangkuk itu untukku. Tapi rasanya mangkuk itu memang lebih pantas untukmu. Baiklah, kuizinkan kau memilikinya. Mulai sekarang, teruslah ke mana-mana dengan mangkuk di punggungmu.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Terima kasih, Baginda,&#8221; Raku Kura-kura mencibir ke arah Jian Anjing yang terpaksa merelakan mangkuk itu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Tapi…&#8221; lanjut Siga Raja Hutan, &#8220;Sebagai gantinya, kemampuan berlari cepatmu kuberikan pada Jian Anjing. Adil, bukan?&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Sejak itu Raku Kura-kura cuma bisa berjalan lambat-lambat, dan menjaga agar mangkuk kristal di punggungnya tidak jatuh. Sering ia menyesali keadaan dirinya. Karena tak ada lagi yang mengelu-elukan kecepatan larinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Itu sebabnya sampai sekarang bangsa kura-kura memiliki mangkuk keras di punggungnya. Dan tetap berjalan lambat. Kalau bertemu makhluk lain, mereka cepat-cepat menyusupkan kepala ke dalam mangkuknya. Mungkin malu kalau ada yang menanyakan tentang Raku, nenek moyang mereka yang serakah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Sementara itu, bangsa anjing sampai kini bisa berlari cepat. Dan terbiasa mengejar pencuri seperti Jian, nenek moyang mereka.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritaanak.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritaanak.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritaanak.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritaanak.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=9&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/jian-anjing-dan-raku-kura-kura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c747a03848fd1ab37d78ef4f36ed4a9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hotmaida23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/juan-anjing.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">juan-anjing.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Persahabatan</title>
		<link>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/arti-sebuah-persahabatan/</link>
		<comments>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/arti-sebuah-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 05:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotmaida23</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/arti-sebuah-persahabatan/</guid>
		<description><![CDATA[  Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang.Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kuralebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.  Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=7&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/arti-persahabatan.jpg" title="arti-persahabatan.jpg"><img src="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/arti-persahabatan.thumbnail.jpg?w=540" alt="arti-persahabatan.jpg" /></a> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">menertawakan sang kura-kura : &#8220;ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan,</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. &#8220;Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">memberikan kata-kata bijak untukmu&#8221; seru sang kodok.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi: &#8220;kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata &#8221; ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung&#8221;. Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata: &#8220;hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu&#8221;. Kemudian sang elang</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritaanak.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritaanak.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritaanak.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritaanak.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=7&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/arti-sebuah-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c747a03848fd1ab37d78ef4f36ed4a9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hotmaida23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/arti-persahabatan.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arti-persahabatan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aladin Dan Lampu Wasiat</title>
		<link>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/aladin-dan-lampu-wasiat/</link>
		<comments>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/aladin-dan-lampu-wasiat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 04:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotmaida23</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/aladin-dan-lampu-wasiat/</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=3&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoBodyText"><span><font size="2" face="Arial Unicode MS"><a href="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/aladin.jpg" title="aladin.jpg"><img src="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/aladin.jpg?w=540" alt="aladin.jpg" /></a></font></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoBodyText"><span><font size="2" face="Arial Unicode MS">Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. &#8220;Kraak…&#8221; tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua. </font></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. &#8220;Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu&#8221;, seru si penyihir. &#8220;Tidak, aku takut turun ke sana&#8221;, jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. &#8220;Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu&#8221;, kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. &#8220;Cepat berikan lampunya !&#8221;, seru penyihir. &#8220;Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar&#8221;, jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya &#8220;Brak!&#8221; pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. &#8220;Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !&#8221;, ucap Aladin. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. &#8220;Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan&#8221;, saya adalah peri cincin kata raksasa itu. &#8220;Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah.&#8221; &#8220;Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini&#8221;, ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. &#8220;Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. &#8220;Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?&#8221;, kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. &#8220;Syut !&#8221; Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. &#8220;Sebutkanlah perintah Nyonya&#8221;, kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,&#8221;kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami&#8221;. Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. &#8220;Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu&#8221;, kata si peri lampu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. &#8220;Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya&#8221;. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. &#8220;Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku.&#8221; Raja amat senang. &#8220;Wah&#8230;, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku&#8221;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. &#8220;Tuan, ini Istananya&#8221;. Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. &#8220;Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?&#8221;, Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, &#8220;tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !&#8221;. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. &#8220;Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku&#8221;, seru Aladin. &#8220;Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu,&#8221; ujar peri cincin. &#8220;Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana&#8221;, seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. &#8220;Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir&#8221;, ujar sang Putri. &#8220;Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang&#8221;, jawab Aladin. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"><span> </span>Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. &#8220;Singkirkan penjahat ini&#8221;, seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. &#8220;Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia&#8221;. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritaanak.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritaanak.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritaanak.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritaanak.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=3&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/aladin-dan-lampu-wasiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c747a03848fd1ab37d78ef4f36ed4a9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hotmaida23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/aladin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aladin.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aini dan burung kecil</title>
		<link>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/hello-world/</link>
		<comments>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 04:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotmaida23</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Aini berulang tahun. Ia gadis kecil yang manis. Hari ulang tahunnya dirayakan dengan pesta kecil yang meriah. Halaman belakang rumahnya dihiasi banyak balon, pita, dan bunga-bunga. Hiasan itu pemberian dari Bibi Anya, adik ibunya. Taman kecil di belakang rumah itu jadi indah sekali.  Pesta ulang tahun itu diisi doa. Mereka berdoa agar Aini selalu diberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=1&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:14pt;"></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Arial Unicode MS"></p>
<p style="margin:0;" class="MsoBodyText"><span><font size="2"><a href="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/burung-kecil.jpg" title="burung-kecil.jpg"><img src="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/burung-kecil.thumbnail.jpg?w=540" alt="burung-kecil.jpg" /></a></font></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoBodyText"><span><font size="2">Aini berulang tahun. Ia gadis kecil yang manis. Hari ulang tahunnya dirayakan dengan pesta kecil yang meriah. Halaman belakang rumahnya dihiasi banyak balon, pita, dan bunga-bunga. Hiasan itu pemberian dari Bibi Anya, adik ibunya. Taman kecil di belakang rumah itu jadi indah sekali. </font></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Pesta ulang tahun itu diisi doa. Mereka berdoa agar Aini selalu diberi kebahagiaan. Lalu nyanyian selamat ulang tahun yang ramai. Barulah acara makan yang menyenangkan. Ulang tahun yang melelahkan, tapi menyenangkan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Aini menerima banyak kado. Bungkus dan pita-pitanya sangat indah, Setelah pesta selesai, Aini membuka kado-kado itu, satu persatu. Hadiahnya macam-macam. Ada banyak buku cerita, pensil warna, sepatu, boneka, topi, dan banyak lagi. Aini senang sekali. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Namun masih ada satu kado yang belum dibukannya. Apa itu? Kado itu cukup besar, dibungkus kain biru nan indah. Aini tak sabar membukanya. Hop! Aaah, sebuah sangkar keperakan. Di dalamnya ada seekor burung yang cantik. Bulu burung itu berwarna merah, kuning, dan hijau. Aini kaget melihatnya. Namun kemudian ia merasa senang, karena burung itu sangat cantik. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">&#8220;Kau kunamai Mungil,&#8221; kata Aini pada burung itu. Aini merasa, itulah hadiah ulang tahun yang paling indah. Ia kemudian menaruh Mungil dan sangkarnya di meja taman. Halaman belakang yang ditumbuhi bunga dan pohon tinggi. &#8220;Oh, Mungil, menyanyilah,&#8221; pinta Aini, setiap ia mengengok burung kecil itu. Namun burung itu tak mau menyanyi. &#8220;Oh, burung yang lucu, menyanyilah,&#8221; pinta Aini lagi. Mungil masih saja diam. Ia seperti sedang bersedih. &#8220;Mungil sayang, apakah engkau bersedih?&#8221; tanya Aini. Burung itu mengangguk. &#8220;Apakah engkau ingin keluar dari sangkarmu?&#8221; tanya gadis kecil itu. Burung itu mengangguk lagi. &#8220;Baiklah, kau akan kulepaskan,&#8221; kata Aini. Ia membuka pintu sangkar. Brrrr&#8230; Mungil pun terbang. Kepak sayapnya sangat indah. &#8220;Selamat jalan, Pelangiku,&#8221; kata Aini. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';">Ia sedih karena kehilangan burung kesayangannya. Ia pun mulai kelihatan murung. Pengasuhnya jadi sedih melihat Aini seperti itu. &#8220;Pakailah topi ini. Kau akan kelihatan seperti seorang putri,&#8221; katanya. Ia memeperlihatkan sebuah topi lebar hadiah ulang tahun dari ayahnya. Aini menggeleng. &#8220;Aku kangen pada Mungil,&#8221; katanya. &#8220;Oh, itukah nama burung itu?&#8221; tanya pengasuh. Aini mengangguk. &#8220;Apakah engkau melepaskan Mungil?&#8221; sang pengasuh bertanya lagi. &#8220;Ya, karena aku tak ingin Mungil bersedih. Ia tak mau tinggal dalam sangkar.&#8221; &#8220;Kalau begitu jangan sedih, Aini. Mungil pasti sedang bergembira. Ia terbang sekarang. Ia senang melihat pemandangan dari angkasa. Kau tahu, Aini sayang. Burung sangat suka terbang,&#8221; katanya. &#8220;Benarkah ia bahagia?&#8221; tanya Aini. &#8220;Aku yakin, Aini. Suatu hari, Mungil akan datang. Ia akan berterima kasih padamu. Karena engkau melepaskannya,&#8221; kata pengasuhnya. Pengasuh Aini benar. Esok harinya, Mungil datang menjumpai Putri. Burung itu berdiri di atas cabang pohon. Sayapnya dikepakkan. Lalu Mungil bernyanyi, &#8220;Trilili tralala&#8230; trilili tralala&#8230;&#8221; Aini terkejut. Namun ia senang sekali. Ia senang melihat burung itu hinggap di cabang pohon. &#8220;Burung kecilku, kau kembali!&#8221; serunya. Semenjak itu Mungil datang setiap pagi. Aini pun selalu menyambutnya dengan gembira. Mungil selalu berkicau dengan indah. Akhirnya Aini dan Mungil sama-sama bahagia</span></p>
<p align="left" style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p><span></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritaanak.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritaanak.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritaanak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritaanak.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritaanak.wordpress.com&amp;blog=1370208&amp;post=1&amp;subd=ceritaanak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritaanak.wordpress.com/2007/07/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c747a03848fd1ab37d78ef4f36ed4a9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">hotmaida23</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritaanak.files.wordpress.com/2007/07/burung-kecil.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burung-kecil.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
